Senin, 06 Februari 2017

Jenis Turbin Angin Lengkap Dengan Kekurangan dan Kelebihannya

Jenis Turbin Angin Lengkap Dengan Kekurangan dan Kelebihannya

Berdasarkan arah putarannya, turbin angin dibedakan menjadi dua jenis yaitu turbin angin poros horizontal dan turbin angin poros vertikal. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan tentang jenis turbin angin lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya.

Macam-macam Turbin Angin dan Kekurangan serta Kelebihannya

  1. Turbin angin poros horizontal
Jenis turbin yang satu ini merupakan model umum yang sering dilihat pada turbin angin. Jika dilihat, desainnya mirip seperti kincir angin, memiliki blade dan berputar pada sumbu vertikal. Jenis turbin angin ini memiliki bilah baling-baling seperti di pesawat. Turbin angin jenis ini memiliki shaft rotor dan generator pada puncak tower dan harus diarahkan ke arah angin bertiup.
Lantas apa saja kekurangan dan kelebihan dari jenis turbin angin poros horizontal. Berikut ulasannya.jenis-turbin-angin
Kekurangan turbin angin horizontal
  • Membutuhkan kontruksi tower yang besar untuk mendukung beban gear box, blade dan juga generator.
  • Membutuhkan sistem pengereman untuk mencegah turbin mengalami kerusakan pada turbin  ketika ada angin kencang.
  • Membutuhkan pengawasan dan kontrol secara berkala untuk mengarahkan blade ke arah angin.
Kelebihan turbin angin horizontal
  • Towernya yang tinggi memungkinkan untuk mendapatkan angin dengan kekuatan yang lebih besar untuk mendapatkan energi.
  • Efisiensi lebih tinggi. Hal ini dikarenakan blade selalu bergeral tegak lurus terhadap angin.
  1. Turbin angin poros verikal
Jenis turbin angin yang kedua adalah turbin angin poros vertikal. Turbin angin jenis ini memiliki bilah yang memanjang dari atas ke bawah. Turbin angin vertikal biasanya berdiri setinggi 100 meter dengan lebar 50 kaki. Dengan sumbu vertikal, generator dan komponen primer lainnya dapat ditempatkan dengan permukaan tanah, sehingga tentu saja ini dapat mempermudah maintanance lebih mudah. Jika dibandingkan dengan turbin angin poros horizontal, turbin angin ini memiliki kecepatan yang lambat, sehingga energi angin yang tersedia pun lebih rendah.
Lantas apa saja kekurangan dan kelebihannya? Simak ulasannya berikut ini.
Kekurangan turbin angin poros vertikal
  • Memiliki penurunan efisiensi. Jika dibandingkan dengan turbin angin poros horozontal, turbin angin poros vertikal memiliki penurunan efisiensi. Hal ini dikarenakan adanya hambatan tambahan yang mereka miliki sebagai pisau memutar ke angin.
  • Memiliki kecepatan angin yang rendah. Yang kedua adalah jenis turbin ini memiliki kecepatan angin yang rendah. Karena turbin angin poros vertikal memiliki rotor dekat dengan tanah.
Kelebihan turbin angin poros vertikal
  • Yang pertama adalah turbin angin tidak memerlukan perawatan yang ekstra. Sehingga tidak membutuhkan biaya yang lebih banyak untuk merawatnya.
  • Yang kedua adalah turbin angin juga sangat mudah dirawat karena letaknya yang dekat dengan tanah.
  • Turbin angin ini memiliki kecepatan stratup angin rendah dibandingkan dengan turbin horizontal.
Nah itulah beberapa jenis turbin angin lengkap dengan kelemahan dan kelebihannya.

sumber http://benergi.com/jenis-turbin-angin-lengkap-dengan-kekurangan-dan-kelebihannya

Langkah Untuk Membuat Panel Tenaga Surya Sederhana Sendiri

Langkah Untuk Membuat Panel Tenaga Surya Sederhana Sendiri

Panel tenaga surya saat ini telah banyak dimanfaatkan seiring dengan semakin menipisnya energi fosil dan bumi mengalami pemanasan global. Panel surya merupakan alat yang dapat mengkonversi tenaga matahari menjadi energi listrik, selain lebih murah penggunaan panel surya ini juga ramah lingkungan sehingga perlu dikembangkan lebih jauh lagi. Bagaimana cara membuat panel surya sendiri?

Cara Mudah Membuat Panel Tenaga Surya Sendiri

Saat ini masyarakat dapat memperoleh panel surya atau solar cell di toko-toko elektrik dengan mudah karena permintaan akan barang ini semakin meningkat. Hal inilah yang mendorong banyak pabrik untuk memproduksi panel surya dalam jumlah yang besar. Pada dasarnya panel surya buatan pabrik terbuat dari material silicon yang diproses dengan teknologi tinggi sehingga menghasilkan energi besar. Namun jika kita dapat membuat panel listrik  tenaga surya untuk rumah tangga sendiri dirumah mengapa harus membelinya?langkah-untuk-membuat-panel-tenaga-surya-sederhana-sendiri
Kita dapat membuat panel surya dari bahan selain silicon yaitu cuprous oxide yang banyak dijual di toko besi. Bahan ini juga mampu memberikan efek photoelectric  yaitu merubah cahaya menjadi aliran listrik melalui satu material. Apa saja bahan-bahan yang harus disiapkan untuk membuat panel tenaga surya? Berikut rinciannya:
  1. Lembaran tembaga mengkilat (1 lembar)
  2. Capit buaya (2 buah)
  3. Micro ammeter (1 buah)
  4. kompor listrik (1 buah)
  5. Botol plastik bening yang dipotong bagian atasnya (1 buah)
  6. Garam meja (2 sdm)
  7. Ampelas atau sikat kawat (1 buah)
  8. Gunting (1 buah)
  9. Air
Bagaimana cara membuatnya? Berikut langkah-langkah cara membuat panel listrik  tenaga surya sederhana:
  1. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang bahan-bahan pembuat panel surya agar tidak ada lemak atau minyak yang akan menempel
  2. Potong kawat tembaga dengan ukuran sama persis dengan ukuran panel pemanas yang ada dalam kompor listrik
  3. Tembaga yang telah dipotong kemudian bersihkan dengan menggunakan ampelas atau sikat kawat sehingga tidak ada kotoran yang dapat menghambat proses penyerapan energi matahari
  4. Setelah tembaga dibersihkan kemudian taruh diatas kompor listrik lalu bakar dengan voltase tertinggi.
  5. Lakukan proses pembakaran ini selama 30 menit hingga lapisan tembaga berubah warna menjadi hitam.
  6. Setelah proses pembakaran selesai, selanjutnya diamkan lapisan tembaga hingga dingin secara alami selama kurang lebih 20 menit. Setelah dingin maka lapisan tembaga akan berkerut sehingga lapisan oksida menyusut.
  7. Cuci dan gosok tembaga secara perlahan dengan tangan dibawah air yang mengalir, dalam proses ini jangan sekali-kali meregangkan lapisan tembaga karena dapat merusak lapisan oksida corpus yang dibutuhkan dalam pembuatan panel listrik tenaga surya murah.
  8. Potong lembaran tembaga lain seukuran dengan tembaga pertama kemudian tekuk kedua lembaran tembaga yaitu tembaga pertama dan kedua lalu masukkan kedalam botol plastic. Usahakan kedua tembaga tidak bersinggungan satu sama lain.
  9. Pasang capit buaya pada lembaran tembaga pertama dan pada lembaran tembaga kedua, kemudian pasangkan kabel dari tembaga kedua ke terminal positif dan kabel dari tembaga pertama yaitu yang telah dibakar ke terminal negatif dari ammeter.
  10. Masukkan air garam yang telah dipanaskan kedalam botol dengan hati-hati dan jangan membasahi capit buaya, selain itu ukuran air garam tidak boleh menenggelamkan seluruh plat tembaga.
  11. Uji panel surya sederhana yang telah dibuat dengan menaruhnya dibawah sinar matahari maka tenaga yang dihasilkan akan meningkat sekitar 33 micro amper.
Demikian informasi seputar cara membuat panel tenaga surya sederhana yang dapat Anda praktekkan dirumah dengan mudah, selamat mencoba.

sumber http://benergi.com/langkah-untuk-membuat-panel-tenaga-surya-sederhana-sendiri

Cara Budidaya atau Penangkaran Ikan Koi Termudah dan Terlengkap

Cara Budidaya atau Penangkaran Ikan Koi Termudah dan Terlengkap

Cara Budidaya atau Penangkaran Ikan Koi Termudah dan Terlengkap - Ikan Koi adalah salah satu komoditi agribisnis yang sangat menjanjikan keuntungan. Harga di pasaran relatif stabil, tidak pernah terjadi fluktuasi harga yang signifikan. Hal ini dikarenakan ikan Koi banyak penggemarnya tetapi jarang pembudidayanya. Jenisnya sangat variatif sehingga para penghobby tidak kehilangan pilihan jika tidak menyukai salah satu jenis ikan Koi dapat memilih jenis yang lain. Baca Juga : Jenis-jenis ikan Koi yang banyak digemari.


Budidaya ikan Koi memerlukan keterampilan dan pengalaman khusus untuk dapat memperoleh hasil yang di harapkan. Beberapa hal yang harus di perhatikan jika akan memulai budidaya atau penangkaran ikan Koi , yaitu antara lain :

1. Persiapan Kolam Ikan Koi.

Pertama kali yang harus disiapkan bagi penagkar ikan Koi adalah kolam. Kolam Yang harus disiapkan yaitu 

a. Kolam Pemijahan.

Kolam pemijahan diperlukan untuk proses pembiakan dan pemeliharan benih. Ukuran kolam dapat dibuat lebih kecil daripada kolam pemeliharaan/ kolam tanam yaitu minimal 2m x 1m dengan kedalaman 0,7m. Yang diperlukan dalam kolam ikan pemijahan antara lain mutu air jernih dan bagus, air mengalir dengan baik, adanya sinar matahari tetapi jangan terlalu banyak atau setengah teduh. Sinar matahari penuh dapat meningkatkan suhu air dan air emnjadi keruh akibat tumbuhnya plankton dan lumut.
Selain itu diperlukan juga tempat menempel telur ikan Koi. Dialam bebas telur ikan di tempelkan pada akar-akar serabut yang menjuntai di air, di dalam kolam pemijahan ini dapa dimodifikasi dengan bahan lain misalnya ijuk atau tali rafia. Cara pembuatanya, ijuk di ikat pada bambu utuh memanjang agar dapat terapung. Ikatan dapat di buat 2 hingga 3 ikatan, yang ditambatkan pada dinding kolam sehingga tidak mudah berpindah tempat.

b. Kolam Pemeliharaan

Kolam pemeliharaan ikan Koi dewasa diperlukan ukuran yang lebih besar yaitu dengan perbandingan untuk 100 ikan koi diperlukan kolam dengan ukuran 2m x 3m kedalaman 0,7m. Kondisi air mengalir, mutu air yang baik, sinar matahari yang cukup atau setengah teduh.
Mutu air yang baik untuk pertumbuhan ikan Koi adalah sebagai berikut :
 - Suhu air : 24 - 26 derajat Celcius
 - PH air : 7,2 - 7,4
 - Kadar Oksigen dalam air : 3 - 5 ppm
 - Kadar Nitrit : <0,2 %
Air mengalir dan penyediaan oksigen dalam air dapat di buat dengan menggunakan pompa air listrik yang di sirkulasikan sehingga tercipta aliran arus air yang seperti yang diinginkan.

2. Pemilihan Indukan

Indukan ikan Koi yang baik adalah ikan yang sudah berumur kurang lebih 2 tahun untuk pejantan dan 3 tahun untuk betina. Ukuran indukan betina biasanya lebih besar dari pada indukan pejantan, dengan berat badan kurang lebih 1 kg. Ikan Koi yang sehat ditandai dengan gerakan yang lincah tidak loyo, sirip lengkap dan tidak cacat. Indukan pejantan yang siap kawin ditandai dengan adanya bintik putih pada sirip.
Satu ekor indukan betina dapat dipasangkan dengan 2 - 3 ekor pejantan. Hal ini dimaksudkan agar dapat di peroleh jodoh yang pas untuk indukan betina.

 

3. Proses Pemijahan Ikan Koi

Pemijahan ikan Koi dapat berlangsung secara alami maupun buatan. Secara alami di di rangsang dengan menghangatkan suhu air kolam pada malam hari sehingga terjadi pembuahan.
Secara buatan betina disuntikan hormon untuk mempercepat pembuahan, yaitu dengan penyuntikan Pituitary Gland (PG : dengan merek dagangnya Ovaprim) dengan dosis 0,2 ml / 1 kg berat ikan untuk satu kali penyuntikan. Ovulasi terjadi 10 jam penyuntikan. Jika dalam rentang waktu tersebut belum terjadi ovulasi dapat dilakukan pengurutan/striping secara pelan-pelan dan hati-hati. Pengurutan telur / sperma adalah pilihan terakir karena dapat melukai ikan.
Jumlah telur yang dihasilkan oleh indukan betina mencapai 75.000 telur. Telur yang dikelurkan menempel pada ijuk dan akan segera di buahi oleh sperma jantan. Apabila sudah di buahi sebaiknya ikan di pindahkan dari kolam pemijahan atau memindahkan ijuk yang ada telurnya kedalam kolam atau aquairum penetasan. Jika hal ini tidak dilakukan maka telur akan habis dimakan oleh indukan.

4. Proses Pebesaran Benih Ikan Koi

Telur ikan Koi yang sudah di buahi akan menetas dalam waktu kurang lebih 24 - 48 jam. Telur setelah menetas berupa larva ikan yang belum memerlukan makanan selama 3- 4 hari karena masih ada sisa kantong kuning telur sebagai makanan. 
Setelah berumur 3-4 hari dapat diberi pakan alam naupli artemia yaitu pakan alami berupa plankton berukuran lebih kecil dari larva ikan Koi. Kemudian secar bertahap dapat di berikan butiran pelet yang dihaluskan.
Proses pembesaran benih atau pendederan ikan Koi dilakukan dalam dua tahap yaitu 

a. Pendederan Tahap 1

Tahap ini pendederan dari telur menetas sampai benih berukuran fingerling (2-3cm) yaitu sekitar 2 bulan.

b. Pendederan Tahap 2

Pada pendederan tahap 2 dilakukan pada kolam untuk menumbuhkan pakan alami. Setelah terlihat pertumbuhan maka dilakukan seleksi berdasarkan ukuran. Ukuran yang lebih besar di pisahkan untuk melakukan penjarangan atau mengurangi kepadatan kolam. Waktu yang diperlukan untuk memperoleh benih ukuran 5 - 8 cm kurang lebih 4 bulan.
Pada usia ini sudah dapat dilakukan penjualan kepada pembudidaya yang hanya membesarkan saja, tidak melakukan pembenihan. Atau di besarkan terlebih dahulu baru di jual pada ukuran yang lebih besar, dengan pangsa pasar para penghobby ikan  Koi

sumber http://www.gemaperta.com/2014/11/cara-budidaya-atau-penangkaran-ikan-koi.html

Mengenal Jenis dan Karakter Ikan Sidat

Mengenal Jenis dan Karakter Ikan Sidat

Mengenal Jenis dan Karakter Ikan Sidat - Ikan Sidat jika dilihat sepintas memang seperti belut sehingga banyak yang mengira bahwa sidat adalah belut. Namun jika dilihat secara teliti ada beberapa perbedaan antara belut dan sidat.
Konon ikan Sidat merupakan makanan mewah bagi para raja jaman dahulu. Termasuk di negara Jepang, sidat hanya di olah pada jamuan khusus pada kalangan tertentu. Namun sering perkembangan jaman penggemar sidat semakin banyak, pada semua kalangan. Rasanya yang gurih dan khas olahan ikan sidat sangat di sukai khususnya di negara-negara Asia seperti Jepang, Indonesia, Taiwan, Korea hingga China.
mengenal jenis dan karakte ikan sidat

Morfologi  Ikan Sidat

Sebutan ikan di beberapa daerah berlainan, ikan Moa (Betawi), sugili atau sogili atau masapi (Sulawesi), ikan lubang (Sunda), Pelus (Jawa). Sedangkan nama latinnya adalah Anguilla Sp. masih tergolong famili Anguillidae, atau famili belut.
Bentuk fisik tubuh sidat mirip belut, yang membedakan dengan belut adalah adanya sirip yang menyerupai telinga pada kepala bawahnya. Tubuhnya memiliki sisik yang halus yang dilumuri lendir pada sekujur tubuhnya. Pada bagian anus terdapat sirip yang menyatu dan membentuk jari-jari yang terlihat lemah.
Tubuhnya sangat lentur dan berlendir. Lendir pada ikan sidat berfungsi sebagai alat pertahanan dirinya dari gangguan predator alam. Lendir tersebut membuat tubuhnya menjadi licin sehingga sangat sulit ketika di pegang atau ditangkap.

Klasifikasi Ikan Sidat.

- Fillum                 : Chordata
- Subfillum            : Euchordata
- Class                  : Osteichtyes
- Infra Class          : Teleostei
- Ordo                   : Anguilliformes
- Famili                 : Anguillidae
- Genus                 : Anguillia
- Spesies               : Anguilla sp.

Jenis-Jenis Ikan Sidat

Jenis ikan sidat cukup banyak kurang lebih ada 18 jenis, namun yang berada di perairan Indonesia teridentifikasi sebanyak 6 jenis, yaitu antara lain :

1. Aguilla marmorata

Cirinya : kulit halus dengan bercak hitam, warna kehijauan, pada punggungterdapat garis kecoklatan

2. Anguilla bicolor.

Crinya : kulit halus dengan warna coklat dan abu-abu, pada punggung kehijauan, dan perut berwarna putih.

3. Anguilla celebesensis.

Cirinya : warna kulitnya abu abu dan berbintik.

4. Anguilla borneoensis

Cirinya : kulitnya berwarna putih terang

5. Anguilla ancertalis

Cirinya : kulit berwarna abu-abu gelap, lebih gelap dari pada Anguilla celebesensis dan berbintik bintik.

6. Anguilla mauritania.

Cirinya : Tubuhnya berbintik bintik, warna lebih gelap jika dibandingkan dengan jenis lainnya.
Yang paling banyak di budidayakan di Indonesia yaitu Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata. Anguilla bicolor banyak di budidayakan di wilayah Aceh, pulau jawa hingga Sumbawa. Sedangkan Anguilla marmorata banyak di budidayakan di Papua, Sulawesi dan Ternate.
Anguilla borneoensisbanyak terdapat di Kalimantan, namun karena tidak banyak yang membudidayakan sehingga keberadaanya menjadi sedikit sehingga digolongkan sebagai binatang langka dan dilindungi dari penangkapan dalam jumlah besar. Hanya diperbolehkan menangkap untuk dikunsumsi dalam jumlah sedikit .


Habitat Ikan Sidat.

Di alam ikan sidat mampu hidup pada dua jenis perairan yaitu air tawar dan air asin. Namun secara keseluruhan siklus hidup sidat banyak terdapat pada perairan air tawar. Pada fase larva hingga dewasa dihabiskan di sungai, sedangkan pada fase gonad atau fase siap kawin, sidat akan menuju perairan dengan salinitas tinggiuntuk bereproduksi. Fase anakan atau larva akan kembali berenang ke daerah hulu melalui muara sungai.
Temperatur air yang disukai ikan sidat yaitu pada suhu lingkungan 12 – 31 derajat celsius. Suhu 12 atau di bawahnya sidat mengalami kurang nafsu makan. Dalam perairan asin yang paling cocok bagi sidat dengan salinitas antara 0 sampai 35ppm. Sidat betina lebih menyukai perairan dengan arus tenang atau perairan esturia yang produktif, sedangkan sidat jantan lebih menyukai perairan arus deras yang produktifitasnya rendah
 Ikan Sidat adalah salah satu ikan yang memiliki sifat karnivora yaitu pemakan daging, sering kita menemukan berbagai macam kerang-kerangan, kepiting atau udang pada muntahan ikan sidat yang baru ditangkap di alam. ini menandakan bahwa ikan sidat adalah karnivorna yang membutuhkan protein tinggi untuk tumbuh kembang.

 Ikan sidat adalah jenis ikan yang aktif pada malam hari (nocturnal), biasanya muncul untuk mencari makan dimulai dari selepas maghrib sampai pagi menjelang terbit matahari. Sehingga budidaya ikan sidat waktu yang pas untuk memberi makan sebaiknya pada malam hari selepas magrib atau tengah malam agar bisa optimal dalam pertumbuhannya.


sumberhttp://www.gemaperta.com/2015/12/mengenal-jenis-dan-karakter-ikan-sidat.html

Minggu, 05 Februari 2017

Minapadi Dengan Ikan Nila

Minapadi Dengan Ikan Nila

Minapadi Dengan Ikan Nila. Minapadi merupakan teknologi tepat guna dalam rangka optimalisasi lahan sawah irigasi dan peningkatan pendapatan petani. Kurang tepat jika keinginan petani untuk memelihara ikan dengan merubah fungsi sawah atau alih fungsi lahan menjadi kolam ikan.   Produksi padi tentunya akan terhambat. Dengan adanya minapadi menjadi jalan tengah dalam peningkatan produksi ikan dan padi secara bersamaan.
minapadi dengan ikan nila

Pengertian Sistem Mina Padi

Sistem mina padi merupakan cara pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi. Jenis ikan yang dapat dipelihara pada sistem tersebut adalah ikan mas, nila, mujair, karper, tawes dan lain-lain. Ikan Nila merupakan jenis ikan yang paling baik dipelihara di sawah, karena ikan tersebut dapat tumbuh dengan baik meskipun di air yang dangkal, serta lebih tahan terhadap matahari.
Agar pertumbuhan tanaman padi tidak terganggu, pemeliharaan ikan di sawah harus disesuaikan dengan sistem pengairan yang ada, sehingga produksi padi tidak terganggu. Sawah yang sesuai untuk mina padi adalah sawah yang berpengairan teknis maupun setengah teknis.  Usaha minapadi selain merupakan usaha yang menguntungkan, juga dapat meningkatkan pendapatan petani, serta membantu program pemerintah dalam usaha memenuhi gizi keluarga.
Selain itu, keuntungan yang didapat pada sistem minapadi ini diantaranya :  mengurangi hama penyakit pada tanaman padi, Lahan sawah menjadi subur dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara, mengurangi penggunaan pupuk, ikan dapat juga membatasi tumbuhnya tanaman lain yang bersifat kompetitor (pesaing) dengan padi dalam pemanfaatan unsur hara, mengurangi biaya penyiangan tanaman liar.

Persiapan Lahan

Tahap pertama yang harus dilakukan pada budidaya minapadi yaitu mempersiapkan lahan persawahan. Persiapan tersebut yaitu diantaranya pembuatan pematang sawah, pembuatan kamalir/selokan/caren, pembuatan saluran pembuangan dan pemasukan air, pembuatan kolam dan pengolahan tanah. Secara lengkap telah dibahas pada artikel : Persiapan Lahan Pada Budidaya Minapadi

Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan tujuan untuk menambah kesuburan tanah dan menumbuhkan plankton plankton sebagai pakan alami ikan.
  • Pemupukan Dasar. Pupuk kandang/kotoran ayam : 1-2 t/ha sebagai pupuk dasar diberikan sesudah pengolahan tanah. Pupuk buatan dapat diberikan pupuk NPK dengan takaran pupuk P dan K berdasarkan kadar atau status hara P dan K tanah. Untuk tanah dengan kandungan P rendah, takaran pupuk : 125 kg SP-36/ha. Untuk tanah dengan status P tinggi takaran pupuk : 50 kg/ha. Pupuk P diberikan pada saat tanam atau paling lambat pada umur 3 minggu. Pupuk K hanya diperlukan pada tanah yang mengandung hara K rendah yang diberikan sekaligus pada saat tanam bersamaan dengan pemberian pupuk Urea dan SP-36 sebagai pupuk dasar atau paling lambat pada umur 40 hari atau menjelang fase primordia.
  • Pemupukan Susulan. Pupuk susulan berupa 50 kg/ha Urea, diberikan 2 minggu kemudian dengan cara ditebar .

Pemilihan Varietas Padi dan BibitIikan

Varietas padi yang cocok untuk sistem minapadi adalah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  • Perakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat pergerakan ikan.
  • Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat genangan air. Batang kuat dan tidak mudah rebah, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi.
  • Tahan genangan pada awal pertumbuhan. Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun, sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat.
  • Varietas padi tahan hama dan penyakit.

Berdasarkan kreteria diatas maka petani banyak menjatuhkan pilihan pada varietas padi Ciherang.  Jumlah benih padi yang diperlukan kurang lebih 25 kg/ha· Bibit padi dapat ditanam setelah ditumbuhkan terlebih dahulu selama 15 - 21 hari· Sistem tanam yang sering digunakan dalam minapadi Jajar Legowo 2:1 atau 4:1.
Adapun kriteria benih ikan yang cocok untuk minapadi yaitu
  • Tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit,
  • Memiliki pertumbuhan cepat,
  • Disukai konsumen,
  • Nilai ekonominya tinggi dan
  • Diutamakan yang tidak berwarna cerah untuk menghindari serangan hama terutama hama burung,

Jenis ikan yang dipilih yang sesuai kriteria diatas yaitu  Ikan Nila (ukuran 5-8 cm)

Penebaran Benih Ikan

Waktu yang tepat untuk menebar benih ikan yaitu disaat tanaman padi berumur 30 HST (Hari Setelah Tanam) yaitu setelah penyiangan pertama dan pemupukan dasar. Penebaran dapat dilakukan  pada sore atau pagi hari dengan tujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Jumlah benih ikan tebar padat dengan ukuran 5-8 cm kurang lebih berjumlah 1000 - 2000 ekor/Hektar.
Pengaturan air setelah penebaran benih ikan dengan ketinggian mengikuti pertumbuhan tanaman. Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang saringan dari kawat atau anyaman bambu untuk mencegah keluarnya ikan yang dipelihara dan mencegah ikan liar masuk ke dalam petakan sawah. Pada pintu pengeluaran air perlu diatur sedemikian rupa, untuk menahan air sesuai dengan kebutuhan dan membuang air yang berlebihan pada saat terjadi hujan.

Pemeliharaan ikan

Pemberian pakan ikan dapat diberikan setelah 3 hari benih ikan ditebar di sawah. Jenis pakan dipilih pakan apung dengan kadar protein 28-32%. Cara pemberian pakan dengan sistem ad libitum yaitu pemberian pakan dihentikan setelah ikan berkurang nafsu makannya.
Periode pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari. Untuk memelihara kesuburan padi maka dapat diberikan pupuk kandang setelah ikan berumur 2-3 minggu, dengan cara ditebar. Dosis yang digunakan kurang lebih 0,25 kg/m2.

Pemanenan

Saat panen yang paling tepat adalah ketika 90% gabah menguning. Panen ikan dilakukan 10 hari sebelum panen padi dengan cara mengeringkan petakan sawah. Setelah air surut maka ikan akan terkumpul pada kamalir/parit. Ikan yang ada dalam kamalir kemudian digiring menuju ke bak penampungan, selanjutnya ikan ditangkap dengan menggunakan scoop-net. Ikan-ikan yang tertangkap ditampung di tempat penampugan yang berisi air bersih.

Pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti permanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi sawahhttp://www.gemaperta.com/2016/03/minapadi-dengan-ikan-nila.html
Itulah tehnik minapadi, menguntungkan bukan? Selamat Mencoba.
 
sumber http://www.gemaperta.com/2016/03/minapadi-dengan-ikan-nila.html

Cara Budidaya Kangkung Darat

Cara Budidaya Kangkung Darat

Cara Budidaya Kangkung Darat - Kangkung merupakan sayuran yang sangat di gemari khusunya masyarakat Indonesia. Pada umumnya tanaman kangkung ditanam di tanah berair seperti sawah, rawa-rawa atau emapang. Namun pada masa sekarang banyak dikembangkan kangkung darat atau kangkung akar yaitu kangkung yang ditanam di tanah kering seperti tanah ladang atau kebun.
Kangkung darat yang bernama latin Ipomoea Reptans disebut juga kangkung akar karena cara panennya dengan di cabut sehingga dipasaran sering dijumpai kangkung ini terlihat berakar. Tidak heran jika saat ini kangkung akar mendominasi pasar komersial karena tampilannya lebih menarik, dibanding kangkung air.
cara budidaya kangkung darat
Cara menanam atau budidaya kangkung darat  sangat mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itu, harga kangkung darat relatif murah dibanding jenis sayuran lain.

Cirikhas Kangkung Darat atau Kangkung AKar

Kangkung Darat mempunyai cirikas utama yaitu :
·         Daun berwarna hijau terang jika dibandingkan kangkung air.
·         Bentuk daun lebih panjang dengan ujung meruncing
·         Bunga berwarna putih
·         Tempat hidup ditanah kering (tidak digenangi air)
·         Cara pemanenannya dengan dicabut

Cara Budidaya atau Menanam Kangkung Darat

Budidaya kangkung darat dapat dilakukan di area ladang dengan pengairan yang cukup, baik didataran rendah maupun dataran tinggi. Diperlukan sinar matahari penuh sehingga jika ada penghalang seperti pohon rindang sebaiknya di tebang.

1. Persiapan Benih Kangkung Darat

Bibit kangkung darat berupa biji yang banyak tersedia di toko-toko penyedia sarana produksi pertanian. Bibit unggul kangkung yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Yang banyak beredar saat ini adalah biji kangkung darat keluaran Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur seperti Sidoarjo.
Bibit kangkung darat yang baik dapat tumbuh lebih dari 95 %. Tumbuh tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Benih yang telah tersimpan lebih dari satu tahun, produktivitasnya akan menurun, sebaikya jangan digunakan.
Baca Juga : Resep Masakan Kangkung Oncom Maknyus


2. Pengolahan Lahan

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau traktor hingga gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 – 2 m dengan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar bedengan 30-40 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan.
Untuk menambah kesuburan tanah dapat diberikan pupuk kandang yang telah jadi/terurai. Cara menggunakannya yaitu dengan ditebarkan di atas bedengan. Jumlah pupuk kandang yang diperlukan kira-kira 10 ton per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.

3. Penanaman Benih Kangkung Darat

Penanaman benih kangkung darat dapat dilakukan dengan cara ditebar langsung  diatas bedengan. Kepadatan benih kira kira 5-10 kilogram benih atau 50.000 pohon per hektar lahan. Penebaran benih kangkung darat diperlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar merata. Hanya saja sulit untuk mendapatkan kepadatan populasi tanaman merata dan ideal pada setiap bedengan.
Cara lain penanaman benih  yaitu dengan membuat barisan atau larikan seperti menanam padi. Jarak antara baris yang satu dengan yang lain kira kira 7-10cm. Agar terlihat rapi /lurus larikan dapat dibuat dengan bantuan tali yang dibentangkan memanjang mengikuti bedengan. Kemudian buat lubang sedalam 5 cm pada tali tersebut. Selanjutnya benih dimasukkan pada lubang tersebut dan timbun dengan tanah.

4. Pemeliharaan Kangkung Darat

a. Pengairan
Kangkung darat memerlukan pengairan yang cukup. Pengairan atau penyiraman dapat dilakukan pada siang dan sore hari. penyiraman dialkukan dengan semburan air yang halus agar kangkung tidak rusak. Penyiraman dengan tekanan tinggi berakibat batang kangkung roboh sehingga dapat memepengaruhi pertumbuhan kangkung. Penyiraman dapat dilakukan dengan bantuan gembor atau jika menggunakan selang dapat menggunakan springkel dengan tekanan sedang.
b. Pemupukan
Pada pengolahan tanah sebelum penanaman benih telah dilakukan penambanhan pupuk kandang yang cukup, sehingga pada proses pemeliharaan kangkung tidak diperlukan lagi pemupukan. Karena dengan mengandalkan pupuk kandang tersebut kangkung darat dapat tumbuh subur.
Namun demikian kesuburan lahan sangat berpengaruh pada pertumbuhan kangkung apabila pada pertumbuhan benih terlihat kurang subur dengan ditandai warna daun yang hijau pudar atau pucat dapat ditambahkan kembali pupuk kandang atau pupuk urea. Pupuk kandang yang bagus yaitu dari kotoran ayam yang sudah terurai karena kotoran ayam yang bercampur dengan sekam memiliki kandungan Nitrogen yang tinggi. Kangkung darat adalah jenis tanaman yang responsif terhadap Nitrogen, sehingga diperlukan unsur hara khususnya Nitrogen yang cukup tinggi
c. Penyiangan Gulma
Seringkali pada budidaya kangkung darat ini banyaktumbuh tanaman liar di sela sela kangkung. Sehingga jika tidak dilakukan penyiangan  dapat mengganggu pertumbuhan kangkung karena berebut unsur hara. Selain itu akan menyulitkan pada proses pemanenan, harus dilakukan sortir yang memperlambat pemanenan. Penyiangan gulma dilakukan secara mekanis dengan mencabut setiap gulma atau rumut liar yang tumbuh secara intensif.
Timbulnya gulma dipengaruhi oleh proses pembersihan lahan yang kurang bersih. Sehingga diperlukan ketelitian ketika proses pengolahan lahan. Selain itu gulma berasal dari biji bji rumput yang terbawa pada pupuk kandang.
d. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Belalang, ulat grayak (Spodotera Litura) dan kutu daun  dari jenis Myzus Persicae dan Aphyds Gossypii, seringkali timbul menyerang kangkung. Serangan  ulat grayak ditandai daun bolong-bolong dan pinggiran dau bergerigi bekas gigitan. Sedangkan kutu daun membuat tanaman kerdil dan dau melengkung. Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman. Sementara itu penyakit yang biasanya menyerang adalah penyakit karat putih (Albigo Ipomoeae Panduratae). Bila terserang penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun kemudian akan semakin meluas. 
Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida/ insektisida. Formulasi dan dosis yang diperlukan dapat dilihat pada label petunjuk pada botol pestisida. Sedangkan dalam budidaya kangkung darat secara organik, penanganan hama harus dilakukan secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melakukan penyiraman yang tepat. Penyemprotan dilakukan dengan pestisida hayati, yaitu dapat menggunakan daun nimba, gadung, dan sereh wangi.

5. Pemanenan

Pemanenan kangkung darat dapat dilakukan pada usia tanam 30-45 hari tergantung dari tingkat kesuburan. Adapun cara pemanenan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dipotong dan dicabut. Namun yang pada umumnya dilakukan yaitu dengan cara dicabut, untuk membedakan dengan kangkung air. Selain itu pemanenan dengan cara dicabut lebih terlihat menarik dan menghasilkan kangkung lebih banyak yaitu sekitar 23 ton/hektar.
Pencabutan dilakukan dengan hati hati, sekaligus mensortir atau membuang rumput liar yang masih ada. Sebelum di ikat, akar kangkung dicuci bersih hingga tanah pada sela sela akar bersih. Penyimpanan sebelum pemasaran dapat dilakukan pada ruang dingin dengan cara perendaman akar agar kondisi kangkung tetap segar

sumber http://www.gemaperta.com/2016/08/cara-budidaya-kangkung-darat.html

Cara Membuat Biogas Sederhana

Cara Membuat Biogas Sederhana dan Masuk Akal

Cara Membuat Biogas Sederhana dan Masuk Akal - Harga BBM yang terus naik membuat harga kebutuhan hidup lainya semakin melambung tinggi sepertianya tanpa kendali. Tetapi itulah kebijakan pemerintah yang harus di setujui oleh seluruh rakyat Indonesia. Kebijakan dibuat tentunya bukan untuk menyengsarakan rakyat sebaliknya untuk kemakmuran dan kesejahteraan.

Sebagai rakyat kecil hanya bisa menyikapi dengan sikap positif seperti membuat alternatif bahan bakar selain BBM yang berasal dari fosil. Untuk itu pada kesempatan ini kita bahas bagaimana cara membuat biogas yang sederhana dan masuk akal artinya dapat di terapkan atau dipraktekkan oleh siapa saja, tidak memerlukan lahan yang luas dan biaya yang murah.

<img src="instalasi biogas.png" alt="instalasi biogas">

Biogas adalah alternatif terbaik untuk mengatasi kenaikan harga BBM yang semakin tinggi. Jika selama ini kita menggunakan bahan bakar gas dari pemerintah yang biasa disebut gas elpigi, kini saatnya memproduksi gas sendiri. Tidak perlu susah susah seperti tutorial dari berbagai media yang menggunakan biaya tinggi, dengan membangun reaktor biogas dari beton dan material mahal lainya.

Sekilas Tentang Biogas

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh fermentasi anaerobik (fermentasi oleh mikroba hampa udara) dari bahan-bahan organik yang bersifat biogradable ( bahan organik yang mudah terurai). Bberapa bahan organik yang dapat dijadikan biogas itu antara lain seperti : kotoran hewan, kotoran manusia, limbah domestik rumah tangga, dll. Gas utama yang dihasilkan dari hasil fermentasi ini yaitu  gas metana dan gas karbon dioksida yang mudah terbakar, gas inilah yang di manfaatkan untuk keperluan pengganti bahan bakas gas elpigi atau minyak tanah.
Berikut adalah kandungan biogas yang di hasilkan dari fermentasi bahan organik menurut wikipedia :

Cara Pembuatan Biogas Sederhana

1. Peralatan dan Bahan Untuk Membuat Biogas Sederhana :

- Drum plastik volume 300 ltr : 1 pcs (Drum 1)
- Drum Plastik volume 250 ltr : 1 pcs (Drum 2)
- Stop kran : 1 pcs
- Pipa PVC
- Selang Gas elastis
- sambungan pipa pvc
- Kotoran sapi : 3 krg
- Starter : ragi roti

2. Cara Pembuatan Biogas Sederhana :

- Jika drum yang anda beli tertutup di kedua sisinya maka lubangilah salah satu sisi drum dengan gergaji besi.

- Pasangilah Instalasi selang elastik (selang gas), pipa pvc dan stop kran sedemikian rupa pada pantat drum-2 menuju ke kompor. Gunanya untuk mengalirkan gas dari drum reaktor ke kompor.

- Kemudian siapkan larutan kotoran sapi dan air dengan perbandingan 1 : 1 pada drum-1. Aduk hingga larutan tercampur merata. Untuk mempercepat proses reaksi tambahkan starter berupa ragi roti, MB3 atau yang lainya yang dapat di beli di toko sarana pertanian.

- Setelah kedua drum sudah siap yaitu : drum-1 (drum reaktor) berisi larutan kotoran sapi, drum-2 (penampung gas) terpasang instalasi pipa pvc dan selang elastik menuju kompor, maka langkah berikutnya adalah taruhlah drum-2 di tenggelamkan kedalam drum-1 dengan posisi pantat drum-2 berada di atas (lihat gambar insatalasi)

- Tunggulah selama 2-3 minggu hingga produksi gas mulai banyak, dengan ditandai drum-2 perlahan naik keatas karena terisi gas.

- Jika posisi drum-2 sudah naik, berarti biogas sudah berproduksi dan dapat di gunakan untuk keperluan memasak setiap hari. Untuk mendapatkan tekanan gas yang lebih tinggi berilah batu atau yang lainya sebagai pemberat yang di letakkan diatas drum-2.

Demikian selamat mencoba
 
sumber http://www.gemaperta.com/2014/11/cara-membuat-biogas-sederhana-dan-masuk-akal.html

 
biz.